Dari aku yang menunggu

Sudah lama kamu berbalik arah meninggalkanku, sejak saat itu  sudah lama pula aku meyakinkan diriku bahwa aku baik baik saja. Aku masih saja tertawa, menyapamu dengan senyuman, berbincang tentang hal tak penting seolah semua baik - baik saja. Seolah tak pernah terjadi apa -apa.

Hingga suatu hari semuanya tak bisa lagi ditahan, tahukah kamu  bahwa kamu bukan hanya sekedar  pengganti rasa sepi. Kamu lebih dari itu, kamu adalah nama lain dari apa yang orang lain sebut sebagai  bahagia. Alsan dibalik semua senyum dan pipi merah yang sekejap bisa bersemu hanya dengan mendengar namamu.

Aku tahu kamu sudah jauh lebih bahagia. Berteduh pada hati baru yang jadi alasan tiap hari kau nampak sangat bersemangat lebih dari biasanya.Namun rasa peduliku tetap saja ada buatmu. Apa daya hati memang sangat bebal diberi tahu, kalau sudahlah ini memang saatnya untuk berhenti menunggu.


Untuk itu, aku mohon dengan sangat sisihkanlah sebagian waktumu itu untukku. Mari kita bicara sebentar saja. Ijinkan aku untuk berpamitan pada semua rasa yang membuatku terkungkung dalam pusaran rindu. Sesudah itu aku berjanji akan benar benar berlalu, meninggalkan kamu dengan bahagiamu.

Maka aku masih disini, menunggumu
Bukan lagi agar kau kembali padaku, namun menunggu kamu mau berbaik hati memberikan waktumu untuk membantuku lepas dari semua rasa sisa masa lalu.


                                                                                    via weheartit


Comments

Popular posts from this blog

Despair

freezing rain